KADO INDAH DI ULTAH NTB GEMILANG

Dirjen PPMD saat mengunjungi Desa Kembang Kuning bulan Desember 2018

Program prioritas yang digulirkan Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang, satu persatu telah menampakkan hasilnya.Daftar desa berprestasi hingga di tingkat nasional semakin panjang. Kalau sebelumnya Desa Suranadi dan Kelurahan Pejanggik menjuarai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional pada Regional IV, kini disaat NTB akan merayakan hari jadinya Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur berhasil menambah deret panjang desa berprestasi ditingkat nasional setelah ditetapkan oleh Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Kementerian Desa PDTT sebagai juara 1 Lomba Desa Nusantara Kategori Berkembang Tahun 2019 dan berhasil menyisihkan 10 desa pesaingnya yang masuk dalam 10 desa nominasi dari 158 desa yang mengikutl lomba ini.

Wakil Gubernur NTB saat meresmikan Desa Kembang Kuning sebagai Desa Wisata pada September 2019

Pertanda Desa Kembang Kuning akan menyabet Juara 1 pada Lomba Desa Nusantara Tahun 2019, sesungguhnya telah terlihat saat Tim Juri yang terdiri dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa PDTT dan Pelaku Pariwisata melakukan verifikasi di Desa Kembang Kuning pada Oktober silam.

Saat itu Tim Juri memberikan apresiasi yang luar biasa atas sambutan dan atraksi budaya yang ditampilkan masyarakat Kembang Kuning. Apresiasi Tim Juri terus berlanjut ketika Kades Kembang Kuning M. Lalu Sujian memaparkan pengelolaan desa wisatanya.

Desa Kembang Kuning tidak hanya menjual keindahan panorama desanya saja, melainkan juga menawarkan pola hidup masyarakatnya seperti proses membuat kopi, proses membuat minyak kelapa, memancing belut dan lain-lain sebagai paket wisata dan ternyata menjadi hal menarik bagi wisatawan mancanegara serta membuat lama tinggal wisatawan menjadi lebih panjang.

Geliat wisata di Kembang Kuning terbukti banyak berperan dalam menggerakkan roda ekonomi di desa tersebut. Banyak warga desa yang pada akhirnya mendapat pundi-pundi dari sektor wisata ini seperti menjadikan rumahnya sebagai homestay maupun menjadi guide wisatawan.

Banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor wisata ini hingga menyebabkan Kepala Desa sulit untuk mencari orang yang mau dijadikan Aparat Pemerintah Desa.

Sukses pengelolaan wisata di Kembang Kuning sesungguhnya tidak terlepas dari apiknya sinergi antara BUMDes Kembang Kuning dengan Pokdarwis, dimana wisata yang dikelola Pokdarwis menjadi salah satu unit usaha pada BUMDes Kembang Kuning.

BUMDes Kembang Kuning saat ini menjadi satu-satunya BUMDes yang menganut Pola Syariah di NTB . Banyak usaha yang telah dikembangkan oleh BUMDes ini, seperti : simpan pinjam, toko sembako, toko bangunan , berbengkelan dll, bahkan untuk melayani kebutuhan sembako masyarakat Kembang Kuning, BUMDes ini telah menggunakan sistem on line. Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes juga sangat besar, hal ini dibuktikan dengan tabungan masyarakat di BUMDes yang pada November kemarin jumlahnya mencapai 400 juta lebih.

Tidak hanya sampai disitu, dalam mengembangkan wisata dan usahanya, BUMDes Syariah Kembang Kuning juga menjalin kerjasama dengan desa tetangga untuk memasarkan maupun menyediakan produk lokal yang diperlukan wisatawan.

Tercatat ada 9 desa yang sudah bekerjasama dengan BUMDes ini seperti : Tetebatu, Tetebatu Selatan, Jurit, Lendangnangka, Jeruk Manis dan lain-lain.

Sementara itu ketika memberikan anugerah penghargaan bagi desa pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara yang dilakukan pada Selasa , 10/10/2019 di Tebing Breksi Desa Sambirejo, Prambanan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Dirjen PPMD mengatakan bahwa anugerah yang diberikan sesungguhnya untuk mendorong desa agar lebih berbenah mengembangkan potensi yang ada di desanya serta mendorong desa-desa lain untuk bisa memacu prestasinya.
Lebih jauh dihadapan undangan yang terdiri dari Bupati, Kepala DPMPD, Kepala Dinas Pariwisata serta pejabat lain yang kabupaten dan provinsinya membawahi desa juara , Dirjen PMD menjelaskan bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi dalam 5 tahun mendatang akan konsen mengembangkan sektor pariwisata, karena sektor pariwisata sudah terbukti banyak menyedot tenaga kerja.
Selanjutnya juga dijelaskan bahwa Rencana Strategis Pemerintah di sektor pariwisata antara lain adalah terciptanya destinasi wisata baru dan mendatangkan 25 juta wisatawan pada tahun 2020. Terkait hal tersebut Pemerintah telah menetapkan pengembangan 5 destinasi super prioritas , salah satu diantaranya adalah Kawasan Mandalika di Lombok Tengah, karenanya diharapkan Pemerintah Daerah dapat menangkap dan memanfaatkan momentum ini.

Khusus untuk pengembangan desa wisata, Dirjen yang dikenal low profile ini berpesan untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : Peningkatan SDM Pengelola BUMDes yang nantinya akan mengelola desa wisata, Cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi, Perlunya memperkuat infrastruktur desa, Perlunya Penguatan Kelembagaan yang ada di desa serta mempertahankan dan meningkatkan Keramah tamahan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diminta Pemerintah Daerah dapat bersinergi dengan Kementerian Desa PDTT.
Dari acara Penganugerahan Penghargaan Lomba Desa Wisata Nusantara ini juga terungkap bahwa Desa Kembang Kuning sebagai Juara I Lomba Desa Wisata Nusantara Kategori Berkembang mendapatkan hadiah sebesar 20 juta, Program Peningkatan Sapras Desa pada tahun 2020 sebesar 400 JT serta promosi wisata senilai 19 juta.
Menanggapi pengarahan Dirjen PPMD tentang Pengembangan Wisata Desa, Kadis DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Dr, H. Ashari, SH, MH menjelaskan bahwa program dan kegiatan yang telah dan akan terus dilakukan oleh institusinya telah sejalan dengan arahan Dirjen PPMD.

Dalam setiap tahunnya DPMPD Dukcapil Provinsi NTB selalu menganggarkan biaya untuk melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas Pengelola BUMDes. Disamping itu Pemerintah Provinsi melalui DPMPD Dukcapil Provinsi NTB pada tahun 2017 dan 2019 telah menyalurkan bantuan dalam rangka penguatan permodalan BUMDes dan hal ini akan terus dilakukan ditahun-tahun mendatang.

Selanjutnya terkait dengan Penguatan Kelembagaan Desa, DPMPD Dukcapil dalam setiap tahunnya juga telah mengalokasikan anggaran untuk memperkuat kelembagaan yang ada di desa seperti : Penguatan Kapasitas BPD, Penguatan Kapasitas Pengelola Lembaga Adat, Penguatan Posyandu maupun Penguatan Aparat Desa. (war)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons