TIM SAMOTA MENYAMBANGI KANTOR DPMPD DUKCAPIL PROVINSI NTB

Kamis, 7/11/2019. Tim Samota yang diketuai Ir. H. Badrul Munir, MM mengunjungi DPMPD Dukcapil Provinsi NTB guna membangun sinergi untuk menyukseskan pengembangan Samota. Dalam kunjungan tersebut Tim Samota secara gamblang memaparkan tentang Program dan Peluang Investasi Berbasis Masyarakat Desa, karenanya DPMPD Dukcapil sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan desa diharapkan mempunyai peran penting dalam menyukseskan pengembangan Samota tersebut.

Lebih jauh Ir. H. Badrul Munir, MM yang juga Wagub NTB periode 2008-2013 ini menjelaskan bahwa Kawasan Samota mempunyai potensi yang besar khususnya di bidang pariwisata . “Teluk Saleh selama ini dikenal sebagai aquarium raksasa, P. Moyo sebagai taman buru maupun TWAL sementara G. Tambora sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional”, paparnya.

Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa potensi ekonomi di teluk Saleh sangatlah besar. Ada rumput laut, udang, kerapu, bandeng, ubur-ubur dan lain-lain yang dihasilkan dari teluk ini dan berdasarkan penelitian pundi-pundi yang dihasilkan mencapai 10,252 trilyun per tahunnya.

Selain potensi alam tersebut, sesungguhnya di Kawasan Samota juga menyimpan potensi budaya, mengingat kawasan Samota dihuni oleh multi etnik yang masing-masing mempunyai tradisi dan budaya tersendiri. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa budaya dan tradisi masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong wisatawan untuk kembali lagi. Oleh karena ini tradisi, budaya maupun kearifan lokal yang ada dimasyarakat mesti kita rawat dan lestarikan. “Di zaman sekarang ini, pengalaman (experience) menjadi trend wisata yang menjanjikan’, ujar salah satu anggota Tim Samota.

Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh Pejabat Eselon III, IV dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat tersebut, Ketua Tim Samota juga menyampaikan prinsip yang hendak diterapkan dalam pengembangan Samota yaitu : Community Based Development, Berbasis Sumberdaya Lokal, Menciptakan nilai tambah, Kemitraan Strategis dan Pembangunan Berkelanjutan. Terkait dengan hal tersebut Tim meminta agar ada 1 atau 2 desa di wilayah Samota yang dijadikan row model dan DPMPD Dukcapil diharapkan dapat memprakarsai hal ini. Langkah pengembangan Kawasan Samota harus segera dimulai, karena dari sisi regulasi untuk pengembangan kawasan ini sudah sangat lengkap mulai dari regulasi ditingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Menanggapi pemaparan dari Tim Samota tersebut, Kepala DPMPD Dukcapil Dr. H. Ashari, SH, MH mengatakan bahwa institusinya akan berkomitmen untuk mendukung suksesnya pengembangan Kawasan Samota. Langkah nyata yang hendak dilakukan adalah mengarahkan program dan kegiatan yang ada di DPMD Dukcapil pada kawasan ini. Kadis ini juga mengatakan bahwa DPMPD Dukcapil mengelola Pendamping Desa yang berkedudukan di tingkat kabupaten hingga desa, untuk itu dirinya akan memerintahkan seluruh Pendamping Desa yang ada di Kawasan Samota agar lebih intens mendorong dan mengadvokasi Pemerintah Desa beserta masyarakatnya agar dapat mengembangkan secara maksimal potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu Ir. L. M. Novian Althurrizal, M.Si selaku Kabid Usaha Ekonomi Masyarakat akan berusaha untuk menguatkan permodalan BUMDes disamping memperkuat kapasitas Pengelolanya. Sedangkan Hendra Saputra, S.STP selaku Kabid Pemdes/Kel melalui program dan kegiatannya akan meningkatkan kapasitas Aparatur Desa.

Pertemuan yang digelar sekitar 3 jam tersebut, menghasilkan 9 kesimpulan sebagai berikut : 1) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparatur Pemerintah Desa, 2) Menjadikan desa sebagai basis pembangunan dengan konsep desa membangun dan membangun desa, 3) Mendorong percepatan pembangunan desa berdasarkan pada 4 pilar yaitu : berdaya secara sosial, bermartabat secara budaya, berdaulat secara politik dan mandiri secara ekonomi, 4) Melestarikan dan mengembangkan potensi dan kekayaan budaya desa sebagai daya tarik utama, 5) Mendorong peran aktif pelaku ekonomi lokal melalui kemitraan strategis untuk menunjang pariwisata dan ekonomi kreatif, 6) Optimalisasi pemanfaatan Dana Desa, 7) Sinergi pengembangan desa bersama Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, 8) Mengoptimalkan peran Tenaga Pendamping Desa sebagai agen pembangunan Samota, 9) Membentuk desa percontohan berdasarkan aspek pemerintahan, kemasyarakatan dan kewilayahan (-war- )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons