Monthly Archives: October 2019

Upaya Dinas PMPD NTB dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pencapaian Program Prioritas Pemprov NTB

H. Ashari menyampaikan materi pada Rakor PID di Hotel Golden Palace

Dalam Rakor Program Inovasi Desa Tahap II Prov. NTB di Golden Palace Hotel pada Selasa 29 Oktober 2019, Kepala DPMPD DUKCAPIL NTB Dr. H. Ashari, SH. MH dihadapan 200 orang peserta yang berasal dari 8 Kabupaten yg terdiri dari unsur Tenaga Ahli P3MD Kabupaten, Bappeda Kabupaten, DPMD Kabupaten, perwakilan camat, perwakilan Pendamping Desa dan Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID), menyampaikan tentang Upaya Dinas PMPD NTB dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pencapaian Program Prioritas Pemprov NTB terkait kegiatan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan.

Sejalan dengan Program Prioritas tersebut, didalam Undang Undang Desa telah diatur mengenai hal tersebut yang dijabarkan lagi didalam Permendesa tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Disampaikan oleh H. Ashari bahwa untuk mendukung implementasi kegiatan-kegiatan tersebut melalui Dana Desa, DPMPD NTB telah memfasilitasi penyusunan draft Perdes dan Perkades sebanyak 6 buah yang terdiri dari 2 Perdes yaitu Perdes tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Perdes tentang Lembaga Adat Desa (LAD) dan 4 buah Perkades yaitu Perkades tentang Posyandu, Perkades tentang Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Perkades tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), dan Perkades tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pedoman Pembentukan Bank Sampah.

MARI PILAH SAMPAH

WAGUB NTB MEMBUKA RAKOR PROGRAM INOVASI DESA (PID) TAHAP II

Senin, 28/10/2019 . Wakil Guburnur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd membuka Rakor Program Inovasi Desa (PID) Tahap II yang digelar DPMPD DUKCAPIL Provinsi NTB di Hotel Golden Palace Mataram.

Dalam kata sambutannya Wagub NTB mengatakan bahwa kedepan nanti desa adalah pusat kemajajuan, desa adalah pusat pembangunan, karenanya Dana Desa yang saat ini sudah digelontorkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Desa harus dimanfaatkan secara optimal utamanya untuk pemberdayaan masyarakat. Lebih jauh Wagub yang lebih akrab dipanggil Umi Rohmi ini menjelaskan bahwa modal utama pembangunan adalah kemampuan beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Kita butuh orang yang kreatif dan inovatif untuk mewujudkan desa mandiri, karenanya anak-anak muda yang ada di desa perlu terus didorong dan diarahkan untuk terus bersemangat mengembangkan potensi guna membangun desanya. “Ketika itu semua kita lakukan, maka kemajuan desa sudah ada di depan mata”, ujarnya.

Gerakan NTB Zero Waste

Show Buttons
Hide Buttons