Desa Lantan, Surga Lombok Tengah

Kepala DPMPD Dukcapil bersama Tim BKD Desa Lantan

Pada tanggal 18 Juni 2019, Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi menilai Desa Lantan yang berada di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Tim Provinsi sebanyak 17 orang tim penilai yang berasal dari beberapa Dinas/Badan terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BPBD, Satpol PP, PKK, dan Kesbangpol.


Terpilihnya Desa Lantan untuk mewakili Lombok Tengah karena Desa Lantan memiliki segudang potensi desa diantaranya, tahun 2018 Desa Lantan dijadikan desa mandiri energi dari Kementerian ESDM, dengan pemanfaatan biogas dari kotoran ternak. Biogas tersebut digunakan untuk kebutuhan memasak dan penerangan penduduk.

Hasil kreatifitas dari sampah plastik

Selain itu, terdapat kerajinan plastik bekas dan bambu yang memanfaatkan limbah plastik. Kerajinannya berupa tas yang berasal dari plastik bekas, hiasan pohon dari plastik, dan batako dari bahan plastik.


Di sektor Pariwisata, ada banyak destinasi wisata alam di Desa Lantan. terdapat 9 air terjun di Kawasan ini. Namun, yang mudah diakses wisatawan saat ini baru 3 air terjun. Selain itu tracking Rinjani ke Gunung Rinjani bisa melalui Desa Lantan. Bagi pecinta olah raga ektrem, ada juga jalur trabas motor trail di Desa Lantan ini. Selain itu, terdapat Jembatan Aik Meres sebagai lokasi selfi. Dengan banyaknya lokasi wisata di Desa Lantan, banyak orang yang menyebut Desa Lantan sebagai surganya Lombok Tengah. Untuk pengelolaan wisata di Desa Lantan dikelola oleh Pokdarwis dan sudah diperdeskan oleh Desa.

Di sektor ekonomi, pekerjaan penduduk sebagian besar petani. Penduduk Desa Lantan diberi pengelolaan hutan (HKM) 354 hektar. Dari tahun 2000 sampai sekarang sudah banyak warga yang naik haji dan rata-rata penduduk sudah punya motor, bahkan ada 3 dusun yang sudah bisa kredit mobil. Selain itu, Desa Lantan memiliki pasar desa. Produk unggulan yang menjadi andalan di desa ini yaitu Kopi.

Kepala DPMPDP Dukcapil Provinsi

Untuk mendukung kesehatan masyarakat, Desa Lantan sudah memiliki lapangan futsal yang bisa digunakan oleh seluruh warga desa.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas DPMPD Dukcapil Provinsi NTB menjelaskan bahwa penilaian Lomba Desa ini memiliki beberapa penilaian yaitu: 1) Aspek administrasi dengan 80%, yang dinilai adalah sudah tidaknya memiliki peraturan desa, kelengkapan administrasi desa, profil desa, dll. 2) Paparan kades dengan porsi 5%. Dan 3) Observasi di lapangan dengan porsi 15%. Harapannya Desa Lantan semakin berkembang, tidak hanya saat lomba desa berlangsung, dan masyarakat di Desa Lantan semakin sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons