Faktor Peningkat Kualitas Susu Sapi

Susu sapi perah merupakan salah satu produk yang dapat menjadi andalan sebagai penghasilan penduduk desa. Selain bisa dikonsumsi secara lansung, hasil susu sapi perah kebanyakan akan dijual ke pabrik untuk dijadikan sebagai makanan, bahan kosmetik, yogurt dan masih banyak lagi. Peluang bisnis inilah yang menjadi celah bagi masyarakat desa untuk dijadikan sebagai salah satu mata pencaharian mereka dan guna untuk pengembangan kualitas. Potensi ini merupakan salah satu peluang yang sangat bagus untuk NTB yang mengembangkan program bumi sejuta sapi.

Susu sapi perah memiliki standard kualitas tertentu. Standart kualitas susu sebelum melalui proses pengolahan pada intinya ditentukan oleh kandungan lemak dan bakteri yang terdapat pada susu. Untuk itu sudah seharusnya peternak sapi perah perlu memperhatikan faktor apa saja yang bisa menyebabkan hasil produksi susunya memiliki kualitas yang baik.

Mungkin bagi beberapa orang yang baru memulai beternak sapi perah tidak begitu mengetahui secara pasti tentang faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kualitas susu. Untuk itu perlu adanya tambahan pengetahuan dan informasi tentang cara merawat sapi perah agar mengasilkan perahan susu sapi yang berkualitas dan bernilai tinggi untuk dilepas ke pasar.
Faktor-faktor yang menjadi peningkat kualitas susu sapi perah antara lain yaitu :

  • Faktor Makanan
Rumput Kaliandra

Rumput Kaliandra

Makanan merupakan faktor penting ketika berurusan dengan kualitas dan kuantitas susu sapi perah. Untuk idealnya pemberian makan sapi yang baik adalah dengan memberi makan dengan takaran 10% dari berat tubuh dari sapi yang akan diberi makan.Untuk jenis makanan, rumput gajah merupakan salah satu alternatif yang bagus untuk meningkatkan kualitas perahan susu. Namun, untik mendapatkan kualitas yang lebih optimal maka sapi dapat diberikan makanan dari rumput kaliandra.

r

Rumput Gajah

Sebelum di makan oleh sapi, sebaiknya pemberian makan berupa rumput gajah dicacah terlebih dahulu, baik secara manual atau menggunakan mesin pemotong rumput gajah atau “chopper”. Pencacahan pakan ini sangat dianjurkan dan berfungsi untuk mempermudah sapi dalam mencerna makanan. Hal lain yang perlu untuk diperhatikan yaitu sebisa mungkin jangan terlalu sering memberikan makanan kepada sapi berupa katul, karena kualitas susu yang akan dihasilkan tidak akan optimal. Pemberian makan berupa katul hanya akan menambah kuantitas dan akan mengurangi kualitas susu yang dihasilkan. Pemberian makan sapi juga sebaiknya tidak dilakukan pada saat sapi diperah, karena air susu sapi dapat menyerap aroma dari pakan ternak tersebut.

  • Faktor Usia Sapi

Usia dari sapi perahan juga penting untuk diperhatikan. Umur dari sapi yang akan diperah sebaiknya bersikar antara 2,5 hingga 3 tahun. Apabila sapi sudah beranak hingga 5 kali sebaiknya proses pemerahan agar lebih diperhatikan, karena setelah perakan sapi yang ketiga kalinya maka kuantitas dari perahan susu akan berangsur-angsur berkurang namun kualitasnya dari susu sapi akan semakin bagus.

  • Faktor Proses Memerah Susu

Dalam kondisi yang ideal, seekor sapi bisa diperah sebanyak dua sampai tiga kali sehari dengan hasil kurang lebih sebanyak 15 liter tiap satu kali pemerahan. Dan jika sapi tidak diperah dalam kurun waktu lebih dari sehari, maka puting susu sapi akan mengalami peradangan atau yang biasanya disebut “mastitis”. Sebelum dilakukan pemerahan diusahakan untuk mensterilkan paha dan puting sapi dengan air hangat untuk menjaga agar susu sapi tidak terkontaminasi.

  • Faktor Perawatan Sapi

Dalam ruang lingkup perawatan sapi, hal yang penting dan perlu diperhatikan yaitu kandang dari  sapi tersebut. Dalam proses perawatan berupa pembersihan badan sapi dan kandang sapi, sebaiknya dilakukan sebelum sapi akan diperah. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir bakteri yang dapat mempengaruhi kualitas dari susu sapi. Begitu juga dengan kotoran sapi yang ada di sekitar kandang agar sebaiknya dibersihkan untuk menjaga lingkungan habitat sapi lebih higienis.

  • Faktor Jenis Sapi

Jenis dari sapi yang akan diperah juga akan mempengaruhi kualitas susu. Perawatan sapi dapat mempengaruhi kualitas susu sapi berkisar 40% sedangkan 60% ditentukan oleh pakan yang diberikan pada sapi.

Faktor-faktor diatas sangat penting untuk para pengembang ternak sapi. Terutama untuk beberapa daerah di NTB yang sangat potensial. Diantaranya terdapat di daerah Sembalun Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan juga Kabupaten Dompu. Dengan teknik pengelolaan yang tepat maka akan didapatkan output yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons