Monthly Archives: February 2017

WORLD BANK KUNJUNGI GSC NTB

Tidak kunjung habis jua kerinduan tim World Bank untuk terus menerus singgah di Provinsi NTB. Kali ini bukan hanya personel  World Bank dari Jakarta yang datang berkunjung, mereka turut membawa para perwakilan World Bank yang bermarkas di Washington DC Amerika untuk meninjau pelaksanaan GSC di NTB yang dimana negeri seribu masjid merupakan pilot project GSC nasional.

“JELAJAH DESA MENEBAR ASA “Episode”Potensi Wisata Desa Aik Bual Bukan Bualan”

Kali ini kami menjelajah Desa Aik Bual Kec. Kopang Lombok Tengah. Kadis DPMPD-Dukcapil Provinsi NTB bersama Kepala Balai Besar Pelatihan PMD Malang Jatim, juga pendamping desa berjumlah 12 orang menuju Desa Aik Bual setelah mengunjungi Desa Barabali dan Desa Montong Gamang.

Potensi wisata Desa Aik Bual bukan bualan karena di desa tersebut terdapat embung desa yang separuhnya dikelilingi hutan desa dan hutan ini mendapat ganjaran dari bank dunia atas kontribusi menjaga emisi. Selain itu, desa ini memiliki Air Terjun Ngeredep serta Gua Suling. Embung desa yang sangat potensial untuk budidaya ikan dan tempat renang. Bahkan setengahnya akan dibuatkan tempat selfi sambil memberi makan ikan yang kelihatan karena jernihnya air embung. Juga akan dibuatkan semacam tangga dari tali yang melintasi embung. Hutan desa selain menjadi tempat camping juga akan dibangun flying fox melintas di atas embung, termasuk juga akan dibuatkan rumah pohon.

FESTIVAL DESA INOVATIF 2017

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui DPMPD-DUKCAPIL akan berkolaborasi menyelenggarakan Festival Desa Inovatif. Event yang rencananya akan digeber pada tanggal 29-31 Maret 2017 ini direncanakan untuk mengisi kekosongan dari peringatan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gelar PKK yang penyelenggaraannya ditunda hingga musim berikutnya.  

Menangkup Hajat di Gunung Pujut

Saya baru menyadari adanya masjid kuno selain di wilayah Lombok Utara. Ternyata di Desa Sengkol Dusun Penambong Kecamatan Pujut tepatnya di puncak gunung pujut (400 mdpl) terdapat mesjid kuno yang masih terawat hingga saat ini.

Konon kedatuan Pujut dibangun oleh salah satu tentara Majapahit. Dan masjid kuno di dirikan dua generasi berikutnya. Belum ada catatan yang jelas tentang tahun dibangunnya mesjid tersebut tetapi sejak tahun 1965 mesjid ini tidak digunakan lagi.

Bentuk bangunan masjid ini adalah segi empat dengan ukuran ukuran 9 x 9 m2, atap berbentuk limas bersusun dua tergantung “kepeng bereng” di ujungnya, di topang oleh 4 tiang tengah dan 6 tiang penyangga dinding. Dinding masjid berupa jalinan bambu yang disebut bedek dan hanya memiliki satu pintu. Bentuk bangunan ini serupa dengan mesjid kuno Bayan. Dan di dalam mesjid masih tersimpan mimbar berkaki 6 dan bedug yang konon jika di pukul suaranya terdengar hingga ke Puyung (20 km), dan ini pernah di buktikan.

Show Buttons
Hide Buttons