VALIDASI DATA POSYANDU TINGKAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

VALIDASI DATA POSYANDU TINGKAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Dalam Pertemuan Validasi Data Posyandu Tingkat Provinsi NTB pada hari Kamis tanggal 14 November 2019 di Hotel Grand Legi, salah satu materi disampaikan oleh Kepala DPMPD DUKCAPIL Prov. NTB Bpk. Dr. H. More »

TIM SAMOTA MENYAMBANGI KANTOR DPMPD DUKCAPIL PROVINSI NTB

TIM SAMOTA MENYAMBANGI KANTOR DPMPD DUKCAPIL PROVINSI NTB

Kamis, 7/11/2019. Tim Samota yang diketuai Ir. H. Badrul Munir, MM mengunjungi DPMPD Dukcapil Provinsi NTB guna membangun sinergi untuk menyukseskan pengembangan Samota. Dalam kunjungan tersebut Tim Samota secara gamblang memaparkan tentang More »

Gubernur : Industrialisasi Pertanian Sudah Dimulai

Gubernur : Industrialisasi Pertanian Sudah Dimulai

SIARAN PERS BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PROVINSI NTB Kamis, 7 November 2019 Tanjung – Gong industrialisasi pertanian di NTB sudah mulai ditabuh. Satu per satu, benih industri berwujud aneka komoditas mulai tumbuh. More »

Upaya Dinas PMPD NTB dalam pemberdayaan masyarakat untuk  mendukung pencapaian Program Prioritas Pemprov NTB

Upaya Dinas PMPD NTB dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pencapaian Program Prioritas Pemprov NTB

Dalam Rakor Program Inovasi Desa Tahap II Prov. NTB di Golden Palace Hotel pada Selasa 29 Oktober 2019, Kepala DPMPD DUKCAPIL NTB Dr. H. Ashari, SH. MH dihadapan 200 orang peserta yang More »

 

VALIDASI DATA POSYANDU TINGKAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Dalam Pertemuan Validasi Data Posyandu Tingkat Provinsi NTB pada hari Kamis tanggal 14 November 2019 di Hotel Grand Legi, salah satu materi disampaikan oleh Kepala DPMPD DUKCAPIL Prov. NTB Bpk. Dr. H. Ashari, SH. MH., dengan tema Optimalisasi dan Penguatan Pokja Desa Dalam Rangka Percepatan Revitalisasi Posyandu. Disampaikan oleh Kepala DPMPD bahwa dalam Revitalisasi Posyandu SKPD yang terlibat banyak sesuai tupoksinya masing-masing. Dalam hal Kelembagaan menjadi tugas fungsi dari Dinas PMD, untuk SDM Pengelola, Kader, Sarana Prasarana menjadi tugas bersama DPMD, Dikes dan Desa. Operasional Posyandu oleh Desa serta Konvergensi Penanganan masalah kesehatan dan sosial oleh SKPD terkait lainnya.

Terkait dengan Kembagaan Posyandu, perlu dilakukan penguatan dan mengaktifkan kembali Pokjanal Posyandu sampai tingkat kecamatan serta Pokja Desa yang kepengurusannya mengacu pada Permendagri No 54 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pelayanan Terpadu. Terhadap penguatan Kelembagaan ini, DPMPD Provinsi NTB ikut mengambil bagian dalam penguatan Pokja Posyandu di 104 desa pada tahun 2019 melalui Bimtek dan direncanakan untuk 227 desa ditahun 2020.

TIM SAMOTA MENYAMBANGI KANTOR DPMPD DUKCAPIL PROVINSI NTB

Kamis, 7/11/2019. Tim Samota yang diketuai Ir. H. Badrul Munir, MM mengunjungi DPMPD Dukcapil Provinsi NTB guna membangun sinergi untuk menyukseskan pengembangan Samota. Dalam kunjungan tersebut Tim Samota secara gamblang memaparkan tentang Program dan Peluang Investasi Berbasis Masyarakat Desa, karenanya DPMPD Dukcapil sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan desa diharapkan mempunyai peran penting dalam menyukseskan pengembangan Samota tersebut.

Lebih jauh Ir. H. Badrul Munir, MM yang juga Wagub NTB periode 2008-2013 ini menjelaskan bahwa Kawasan Samota mempunyai potensi yang besar khususnya di bidang pariwisata . “Teluk Saleh selama ini dikenal sebagai aquarium raksasa, P. Moyo sebagai taman buru maupun TWAL sementara G. Tambora sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional”, paparnya.

Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa potensi ekonomi di teluk Saleh sangatlah besar. Ada rumput laut, udang, kerapu, bandeng, ubur-ubur dan lain-lain yang dihasilkan dari teluk ini dan berdasarkan penelitian pundi-pundi yang dihasilkan mencapai 10,252 trilyun per tahunnya.

Selain potensi alam tersebut, sesungguhnya di Kawasan Samota juga menyimpan potensi budaya, mengingat kawasan Samota dihuni oleh multi etnik yang masing-masing mempunyai tradisi dan budaya tersendiri. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa budaya dan tradisi masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong wisatawan untuk kembali lagi. Oleh karena ini tradisi, budaya maupun kearifan lokal yang ada dimasyarakat mesti kita rawat dan lestarikan. “Di zaman sekarang ini, pengalaman (experience) menjadi trend wisata yang menjanjikan’, ujar salah satu anggota Tim Samota.

Gubernur : Industrialisasi Pertanian Sudah Dimulai

SIARAN PERS BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PROVINSI NTB

Kamis, 7 November 2019

Tanjung – Gong industrialisasi pertanian di NTB sudah mulai ditabuh. Satu per satu, benih industri berwujud aneka komoditas mulai tumbuh. Di Lombok Utara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyaksikan sendiri bagaimana perkembangan menggembirakan yang berhasil disuguhkan oleh tumbuhnya industrialisasi di sektor pertanian.

“Hari ini saya menyaksikan di Lombok Utara. Upaya ini mulai menunjukkan bahwa memang ada cahaya di ujung terowongan. Betapa tidak, petani-petani kecil berbinar matanya, bersinar wajahnya melihat tanah yang tadinya gersang dan kering kini hijau siap dipanen,” ujar Gubernur, Kamis (7/11/2019).

Pernyataan itu disampaikan Gubernur usai melihat lahan pertanian jagung yang diairi dengan teknologi irigasi tetes alias drip irrigation. Setelah diterapkan, teknologi ini rupanya berhasil melipatgandakan produktivitas jagung di tanah kering tersebut.

Upaya Dinas PMPD NTB dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pencapaian Program Prioritas Pemprov NTB

H. Ashari menyampaikan materi pada Rakor PID di Hotel Golden Palace

Dalam Rakor Program Inovasi Desa Tahap II Prov. NTB di Golden Palace Hotel pada Selasa 29 Oktober 2019, Kepala DPMPD DUKCAPIL NTB Dr. H. Ashari, SH. MH dihadapan 200 orang peserta yang berasal dari 8 Kabupaten yg terdiri dari unsur Tenaga Ahli P3MD Kabupaten, Bappeda Kabupaten, DPMD Kabupaten, perwakilan camat, perwakilan Pendamping Desa dan Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID), menyampaikan tentang Upaya Dinas PMPD NTB dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pencapaian Program Prioritas Pemprov NTB terkait kegiatan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan.

Sejalan dengan Program Prioritas tersebut, didalam Undang Undang Desa telah diatur mengenai hal tersebut yang dijabarkan lagi didalam Permendesa tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Disampaikan oleh H. Ashari bahwa untuk mendukung implementasi kegiatan-kegiatan tersebut melalui Dana Desa, DPMPD NTB telah memfasilitasi penyusunan draft Perdes dan Perkades sebanyak 6 buah yang terdiri dari 2 Perdes yaitu Perdes tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Perdes tentang Lembaga Adat Desa (LAD) dan 4 buah Perkades yaitu Perkades tentang Posyandu, Perkades tentang Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Perkades tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), dan Perkades tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pedoman Pembentukan Bank Sampah.

Show Buttons
Hide Buttons